Untitled Document

 
Script InterMedia
 
HomeProfil Produk & Layanan | Tim Kerja | Portfolio | Kontak | Galeri Foto | Proposal RQC | Demo RQC
Untitled Document
Profil Yuhardin
Y U H A R D I N
CEO Script InterMedia

M: +62853 4292 1117
Pin BB: 3156C99B

Email: ceo@scriptintermedia.com
Fb: Yuhardin Ssi
 
 

    News
Google
 


Minggu, 10-01-2010 
Profil Tana Toraja Sulawesi Selatan
 
SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TANA TORAJA

Sebelum menggunakan kata “TANA TORAJA “ pada mulanya terkenal dengan nama “TONDOK LEPONGAN BULAN TANA MATARI’ALLO “, yang mengandung arti : Negri Dengan Bentuk Pemerintahan Dan Kemasyarakatannya,Merupakan Suatu Kesatuan Yang Bulat Bagaikan Bulan Dan Matahari “.


Kata Tana Toraja baru dikenal sejak abad ke XVII yaitu sejak daerah ini mengadakan hubungan dengan beberapa daerah tetangga,yang dalam hal ini kerajaan-kerajaan didaerah bugis yakni: Bone, Sidenreng dan luwu.

Adapun beberapa pendapat tentang arti tentang arti kata tana Tana Toraja antara lain dari bahasa bugis TO =ORANG,RIAJA = DARI UTARA.Ada pula yang berpendapat bahwa kata Toraja berasal dari kata TO RIAJA yang berarti ORANG DARI BARAT, anggapan ini diberikan oleh orang –orang dari daerah Luwu,pada pemulaan abad ke XIX yang pada saat itu penjajah mulai merentangkan sayapnya kedaerah pedalaman Sulawesi selatan.

Tahun 1906 pasukan penjajah tiba di Rantepao dan Makale melalui palopo. Saat tibanya kaum penjajah di Rantepao dan Makale tersebut maka perlawanan gigih mulai juga dilancarkan oleh beberapa penguasa antara lain PONGTIKU, BOMBING,WA’SARURAN dan lain- lain yang menimbulkan cukup banyak korban dipihak kaum penjajah.

Pemerinta Hindia Belanda mulai menyusun pemerintahannya yang terdiri dari DISTRIK,BUA’ dan KAMPUNG yang masing-masing dipimpin oleh penguasa setempat ( PUANG MA’DIKA ).

Setelah 19 tahun Hindia Belanda berkuasa di daerah ini, Tana Toraja dijadikan sebagai ONDERRAFDELING dibawah SELFBERSTUUR Luwu di Palopo yang terdiri dari 32 Landchaap dan 410 kampung dan sebagai controleuur yang pertama yaitu; H.T. MANTING.

Pada tanggal 18 Oktober 1946 dengan besluit LTGG tanggal 8 Oktober 1946 Nomor 5 ( Stbld Nomor 105 ) Onderafdeling Makale/Rantepao dipisahkan dari Swapraja yang berdiri sendiri dibawah satu pemerintahan yang disebut TONGKONAN ADA’.

Pada saat Pemerintahan berbentuk serikat (RIS ) tahun 1946 TONGKONAN ADA’ diganti dengan suatu pemerintahan darurat yang beranggotakan 7 orang dibantu oleh satu badan yaitu KOMITE NASIONAL INDONESIA ( KNI ) yang beranggotakan 15 orang.

Dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Sulawesi Selatan Nomor 482, Pemerintah Darurat diadakan dan pada tanggal 21 Pebruari 1

Dengan Surat Keputusan gubernur Kepala Daerah Sulawesi Selatan Nomor 482, Pemerintah Darurat dibubarkan dan pada tanggal 21 Pebruari 1952 diadakan serah terima Pemerintahan Kepada Pemerintahan Negeri (KPN ) Makale/Rantepao yaitu kepada Wedana ANDI ACHMAD.Dan pada saat itu wilayah yang terdiri dari 32 Distrik,410 Kampung dirubah menjadi 15 Distrik dan 133 Kampung.

Berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1957 dibentuk Kabupaten Daerah Tingkat II Tana-Toraja yang peresmiannya dilakuan pada tanggal31 agustus 1957 dengan Bupati Kepala Daerah yang pertama bernama LAKITTA.

Pada tahun 1961 berdasarkan surat keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 2067 A,Administrasi Pemerintahan berubah dengan penghapusan sistim Distrik dan Pembentukan Pemerintahan Kecamatan.

Tana Toraja Pada waktu itu terdiri dari 15 Distrik dengan 410 Kampung berubah menjadi 9 Kecamatan dengan 135 Kampung,Kemudian dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 450/XII/1965 tanggal 20 desember 1965 diadakan pembentukan Desa Gaya Baru.

Berdasarkan petunjuk surat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi selatan tentang pembentukan Desa Gaya Baru tersebut, ditetapkan surat keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tana Toraja Nomor 152/SP/1967 tanggal 7 september1967 tentang pembentukan Des Gaya Baru dalam kabupaten daerah Tingkat II Tana Toraja sebanyak 65 Desa Gaya Baru yang terdiri atas 186 Kampung dengan perincian sebagai berikut:

1. Kecamatan Makale 7 Desa 20 Kampung

2. Kecamatan Sangalla’ 4 Desa 8 Kampung

3. Kecamatan Mengkendek 6 Desa 20 Kampung

4. Kecamatan Saluputti 10 Desa 25 Kampung

5. Kecamatan Bonggakaradeng 4 Desa 15 Kampung

6. Kecamatan Rantepao 4 Desa 18 Kampung

7. Kecamatan Sanggalangi’ 9 Desa 40 Kampung

8. Kecamatan Sesean 11 Desa 18 Kampung

9. Kecamatan Rindingallo 10 Desa 22 Kampung

Jumlah 65 Desa 186 Kampung

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa dan Peraturan pelaksanaannya, dari 65 Desa Gaya Baru tersebut berubah menjadi 45 desa dan 20 Kelurahan.

Dengan keluarnya Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor ;168/XI/1982,wilaya Kabupaten Tana Toraja terdiri dari 9 Kecamatan dan 22 Kelurahan serta 63 Desa.

Berdasarkan Surat Keputusan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 1988 tanggal 26 September 1988,dibentuk wilaya kerja Pembantu Bupati Kepala Daerah Wilaya Utara yang dipimpin oleh seorang Wedana Pembantu Bupati Wilaya Utara yang meliputi;

1. Kecamatan Rantepao

2 Kecamatan Sanggalangi’

3. Kecamatan Sesean

4. Kecamatan Rindingallo

Adapun pejabat WEDANA Pembantu Bupati Wilaya Utara berturut-turut sebagai berikut:

1.Drs. Bartho Sattu Tahun 1989-1990

2.Drs.Soleman Tahun 1990-1996

3.Drs.A.Palino Popang Tahun 1996-1999

4.Drs.Y.S. Dalipang Tahun 1999-2000

Setelah keluarnya Surat keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 954/XI/1998 tanggal 14 Desember 1998,wilaya Kabupaten Tana Toraja terdiri dari 9 kecamatan defenitif, 6 Perwakilan Kecamatan, 22 Kelurahan,dan 63 Desa. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah,dan ditindaklanjuti dengan terbitnya Peraturan Daerah No.18 Tahun 2000 tanggal 29 Desember 2000, 6 Perwakilan Kecamatan menjadi defenitif sehingga jumlah kecamatan seluruhnya menjadi 15 Kecamatan.Selanjutnya dengan terbitnya Peraturan daerah No.2 Tahun 2001 tanggal 11 april 2001 keseluruhan desa yang ada berubah nama menjadi Lembang.

Setelah ditetapkannya Peraturan Daerah No. 2 tahun 2001 tentang perubahan Pertama Peraturan Daerah No. 18 Tahun 2000,Peraturan Daerah Kabupaten Tana-Toraja Nomor 8 Tahun 2004 tentang perubahan Kedua Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2000, serta peraturan daerah nomor 6 Tahun 2005 tentang perubahan Ketiga peraturan Daerah Nomor 18 tahun 2000,Wilaya Kabupaten Tana-toraja menjadi 40 kecamatan, 87 Kelurahan dan 223 Lembang sampai sekarang.

Berikut nama-nama Bupati Kepala Daerah Kabupaten Tana-Toraja:
NAMA-NAMA BUPATI DI KABUPATEN TANA TORAJA
No Nama Jabatan Masa jabatan
1 LAKITTA Kepala Daerah Tana Toraja 1-3-1957 s/d 23-7-1958
2 S.J. SARUNGU DPD Merangkap Wkl Kepala Daerah Tana Toraja 23-7-1958 s/d 21-10-1958
3 D.S.RANTESALU Wakil Ketua DPD/Kepala Daerah Tana Toraja 21-10-1958s/d15-5-1959
4 B.A.SIMATUPANG Kepala Daerah Swantara Tk.II Tana Toraja 15-5-1959s/d 15-5-1960
5. H.L. LETHE Bupati Kepala Daeah Tingkat II Tana Toraja 12-7-1960 s/d 24-3-1963
6
A.K.K. ANDILOLO Plt. Jabatan BKDH Tk. II Tana Toraja 24-3-1963 s/d 11-1-1964
7 D.S. RANTESALU Bupati KDH Tk. II Tana Toraja 11-3-1964 s/d 25-6-1966
8 A.TAMPUBOLON Bupati KDH Tk. II Tana Toraja 25-6-1966 s/d 11-4-1973
9 Drs.NUSU' LEPONG BULAN Pj.BKDH Tk. II Tana Toraja 11-4-1973 s/d 241-1974
10 A.J.K. ANDILOLO Bupati KDH Tk. II Tana Toraja 24-1-1974 s/d 3-12-1984
11 A.JACOBS Bupati KDH Tk. II Tana Toraja 3-12-1984 s/d 2-12-1989
12 DR.T.R. ANDILOLO Bupati KDH Tk. II Tana Toraja 2-12-1989 s/d 12-1-1995
13 Drs.TARSIS KODRAT Bupati KDH Tk. II Tana Toraja 12-1- 1995 s/d 12-1-2000
Drs.BARTHO SATTU wAKIL Bupati Tana Toraja
14 ABBAS SABBI, SH. Plh. Bupati Tana Toraja 12-1-2000 s/d 5-8-2000
15 J.A.SITURU,SH. Bupati Tana Toraja 5-8-2000 s/d 08-08-2005
Drs.C.L. PALIMBONG Wakil Bupati Tana Toraja
16 J.A.SITURU,SH. Plh.Bupati Tana Toraja 08-08-2005 s/d 14-08-2005
17 H.B. AMIRUDDIN MAULA Pj. Bupati Tana Toraja 15-8-2005 s/d 26-09-2005
18 J.A.SITURU,SH. Bupati Tana Toraja 26-09-2005 s/d sekarang
Drs.A.P..popang, MH Wakil Bupati Tana Toraja




Visi dan Misi PDF Cetak

Visi dan Misi Kabupaten Tana Toraja



Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Tana Toraja tahun 2006-2025, Visi Kabupaten Tana Toraja adlah sebagi berikut :



“ Terwujudnya Tana Toraja sebagai daerah idaman yang paling indah dan tempat tinggal masyarakat beriman yang mandiri, kreatif, dinamis, sejahtera dan penuh kasih persahabatan.”



Visi Kabupaten Tana Torajadidasarkan pada pertimbangan yang menggambarkan totalitas eksistensi daerah Tana Toraja dan masyarakatnya dalam hubungan horizontal dan vertical sebagai berikut :

· Tana Toraja adalah daerah yang harus dibenahi, dibanun dan dipelihara sepanjang masa karena ialah yang member “ kehidupan “ bagi masyarakat yang berdiam diatasnya bahkan juga bagi seluruh masyarakat toraja, sekalipun mereka tinggal diluar Tana Toraja



· Tana Toraja sebagai suatu daerah, tidak dapat dilepas dan dipisahkan dari alam lingkungan serta budaya yang justru member kontribusi yang amat berharga sehingga dapat memiliki keindahan yang dibanggakan.



· Masyarakat yang melihat Tana Toraja sebagai tempat tinggalnya hendaknya diberi perhatian serius karena merekalah yang hendak memelihara daerah itu agar bermanfaat bagi kehidupannya. Masyarakat hendaknya menyadari bahwa mereka hidup dan berkehidupan.



· Masyarakat yang tinggal di Tana Toraja hendaknya memelihara perdamaian sehingga terjamin adanya hubungan antar sesame manusia baik masyarakat yang tinggal di Tana Toraja maupun yang datang ke Tana Toraja sebagai wisatawan atau sebagi warga Negara yang ingi mencari nafkah di Tana Toraja.



Untuk mewujudkan visi Kabupaten Tana Toraja tersebut maka ditetapkan misi sebagi berikut:



· Meningkatkan mutu manusia dalam berbagai eksistensi masyarakat Tana Toraja yang beriman, mandiri, kreatif, dinamis, sejahtera dan penuh kasih persahabatan serta bertanggungjawab dan senantiasa mengedepankan supremasi hokum dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.



· Mengoptimalkan penataan ruang dan pelestarian lingkungan sehingga daerah Tana Toraja dapat menjadi “daerah idaman yang paling indah” dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.



· Membangun prasarana perhubungan dan sarana perekonomian yang optimal serta menciptakan kemudahan dan suasana berusaha yang kondusif yang membuka peluang investasi yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan berperan aktif dalam kegiatan ekonomi.



· Meningkatkan kualitas pendidikan dengan restrukturisasi system dan penyelenggaran pendidikan pada setiap jenjang yang tidak hanya mampu menghasilkan tenaga pendidik yang bermutu Nasional dan Internasional tetapi juga mampu menciptakan dan memanfaatkan gagasan-gagasan yang mendorong perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sains (IPTEKS) yang dibutuhkan untuk kemakmuran rakyat.



· Mengoptimalkan otominisasi daerah melalui peningkatan kualitas Pemerintah Daerah yang dititikberatkan pada pemberdayaan Aparatur Pemerintah yang demokrasi dan demokratis dan lebih dekat kepada rakyat serta bebas dari praktek KKN, dengan menerapkan kepemerintahan yang baik ( Good Govermance )



· Menata dan membangun kembali kelembagaan social, ekonomi dan bisnis termasuk koperasi sehinngga dapat berkompeteni dengan kelembagaan ekonomi lainnya.



· Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya pariwisata melalui suatu pengembangan serta penganekaragaman usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.



· Mendorong para pengusaha kecil dan menengah agar dapat mengembangkan usahanya secara mandiri , professional dan menjalin mitra usaha antar pengusaha daerah , nasional, dan Mancanegara.



· Membangun ekonomi kerakyatan Tana Toraja yang bertumbuh pada sector pertanian dan pariwisata dengan mengembangkan agribisnis, agriwisata dan agroindustri yang ramah lingkungan.



Visi dan Misi tersebut kemudian dijabarkan dalam Visi Pemerintah Kabupaten Tana Toraja ( Visi Bupati dan Wakil Bupati periode 2005-2010) dengan tetap memperhatikan kewenagan otonomi daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah serta memperhatikan analis perkembangan lingkungan strategis maka dirumuskan visi misi sebagai berikut :



Visi Pembangunan Tahun 2005-2010, Yaitu :



“ Terwujudnya kemampuan masyarakat Tana Toraja menuju masyarakat yang sejahtera, produktif, berbudaya hokum, beriman, demokratis yang bertumpu pada kekuatan persatuan.”

· Masyarakat sejahtera, dimaksudkan kondisi kehidupan masyarakat dimasa akan datang akan lebih baik dari kondisi sekarang dan mendapatkan jaminan hidup yang aman dan tentram dalam hubunganya dengan sesama masyarakat.



· Masyarakat Poduktif, artinya mampu mengadakan terobosan untuk pengembangan professional dan berdaya saing.



· Berbudaya Hukum, adalah ketaatan kepada aturan-aturan dan norma-norma yang berlaku.



· Beriman, artinya ketaatan menjalankan ajaran agama masing-masing dan menghormati penganut agama dalam menjalankan ibadahnya.



· Demokratis, artinya dapat menghargai pendapat dan pilihan yang berbeda dalam setiap pengambilan keputusan serat mendukung pelaksanaan apa yang menjadi keputusan bersama.



Misi Pembangunan Tahun 2005-2010, yaitu :



Untuk mencapai/ mewujudkan Visi Pemerintah Kabupaten Tana Toraja masa lima tahun kedepan ditetapkan misi Pemerintah Pembangunan Daerah periode 2005-2010 sebagai berikut :



· Peningkatan kualitas pelayanan Aparat Pemerintah Daerah kepada masyarakat yang didukung oleh integritas yang tinggi dan professional, berdayaguna,transparan dan bebas dari praktek-praktek tercela.

· Melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan dengan cara memberi peluang unruk membuat program, merencanakan,menghitung,mengerjakan dan memelihara pembangunan di wilayah masing-masing.

· Melanjutkan pembangunan wilayah terisolir, tertinggal,kantong-kantong ekonomi untuk peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan menekan biaya mobilisitas orang dan barang.

· Perwujudan pendidikan yang berkualitas dengan penekanan pada keterampilan dan pembentukan intelektual yang mendukung pembentukan sumber daya manusia Toraja melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik, sarana dan prasarana.

· Melanjutkan usaha-usaha perwujudan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan kualiatas pelayanan disektor kesehatan yang didukung tersedianya tenaga medis, obat-obatan yang terjangkau, peralatan medis dan sarana prasarana rumah sakit, puskesmas dan pustu.

· Mengembalikan dan menggairahkan dunia pariwisata yang didukung oleh infrastruktur melalui udara dan darat untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya dan adat istiadat serta keindahan alam Tana Toraja yang tersebar di seluruh wilayah Tana Toraja.

· Melanjutkan usaha-usaha perwujudan kesehjatraan rakyat melalui peningkatan kualitas pelayanan di sector Pertanian dan perkebunan untuk mendorong peningkatan produksi yang berkualitas dan mempunyai daya saing.

· Melanjutkan usaha-usaha peningkatan pelayanan disektor kerajinan, koperasi, usaha kecil dan menengah dengan bantuan permodalan dan pasar.

· Melestarikan nilai-nilai adat istiadat dan budaya Toraja sebagai upaya mempertahankan karakter, keaslian dan daya tarik sehingga tidak terpengaruh oleh arus globalisasi.

· Tetap mempertahankan dan meningkatkan kehidupan yang harmonis yang didukung oleh kesadaran saling menghargai dan menghormati berdasarkan nilai-nilai agama.



Arah Kebijakan Pembangunan



Strategi pelaksanaan pembangunan dalam hal kebikakn member peluang yang besar bagi akses masyarakat terhadap proses perumusan kebijakan public, diharapkan dapat memperkecil kesenjangan antar pemerintah dan masyarakat yang pada gilirannya akan sangat menentukan peningkatan saling pengertian dan saling percaya sehingga program-program rencana pembangunan berjalan beriringan dengan kepentingan Pemerintah dan masyarakat.

Arah Kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah difokuskan pada :

· Penataan kelembagaan pemerintah daerah dan penguatan kelembagaan masyarakat.

· Membuka daerah terisolirt dan meningkatkan aksesbilitas ke daerah-daerah potensial.

· Meningkatkan kualitas hidup manusia.

· Meningkatkan ketahanan ekonomi

· Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

· Meningkatkan ketentraman dan ketertiban nmasyarakat.

· Meningkatkan pengelolaan kepariwisataan secara terpadu dengan sector lainnua.

· Meningkatkan pengelolaan sumber-sumber keuangan daerah.



Pendekatan wilayah menjadi model arah kebijakan yang didasarkan pada tingkat kemajuan dalam bidang pembangunan dan kesehjatraan penduduk tingkat Kecamatan. Hasil pemetaan kewilayahan dan kependudukan, potensi daerah dengan mengacu pada visi dan misi Pembangunan Daerah Tana Toraja 2005-2010, strategi dasar pembangunan lila tahun ke depan berdasarkan bidang/sector sebagai berikut :



1. Bidang Pemerintahan dan Kelembagaan

· Mewujudkan Pemerintahan yang efektif dan efisien melalui penataan ulang organisasi pemerintahan, serta peningkatan peran dan wewenang unit-unit organisasi pemerintahan ( Kantor, Badan, Dinas )

· Penciptaan system pemerintahan yang kredibel dan transparan melalui pencegahan dan pemberantasan KKN yang berbasis pada system pengawasan dan pembentukan karakter aparat yang berintegritas professional.

· Meningkatkan kualitas Aparat birokrasi melalui pendidikan formal dan informal dan diklat perjenjangan segai upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang bercirikan professional, tangguh, berjiwa pelayanan berdasrkan etika dan moralitas.

· Memberdayakan dan mendorong lembaga-lembaga agama, ormas/kepemudaan/LSM, Lembaga Profesional, Perguruan Tinggi, Lembaga adat untuk turut berperan secara aktif positif dalam pembangunan daerah.



2. Bidang Pembangunan

2.a. Sektor Transportasi dan pengembangan wilayah.

Melakukan kajian ulang Rencana Umum Tata Ruang Kabupaten Tana Toraja dengan penekanan kepada reorientasi terhadap kawasan-kawasan pertumbuhan agar tercipta efektifitas dan efisiensi Pembangunan Daerah.

· Pembangunan system transportasi dapat diarahkan dalam rangka pembangunan aksessibilitas dan mobilitas penduduk kepada pemenuhan yang relevan dengan kebutuhan dasar (basic needs) yaitu mendekatkan pada fungsi-fungsi fasilitas umum ( sekolah, rumah sakit, pasar dan fasilitas social lainnya).

· Pengembangan wilayah pada kawasan-kawasan terisolir ( Kecamatan kelompok III dan IV) melalui pembangunan transportasi darat antar kawasan ( system jaringan arteri sekunder guna tercipta system jaringan yang terintegrasi dan berkelanjutan akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

· Melanjutkan usaha pengembangan Bandara Pongtiku yang berorientasi pada pertumbuhan mobilitas para pelancong baik dalam maupun luar negeri serta warga toraja baik yang ada dalam Daerah Tana Toraja maupun yang ada diluar Tana Toraja.

· Pengembangan wilayah juga diarahkan pada sumber air ( irigasi dan energy ) pengembangan system irigasi dilakukan demi mendukung sector pertanian, peternakan yang merupakan mata pencaharian masyarakat Toraja.

2.b. Sektor Pendidikan.

· Menyusun system pendidikan Toraja yang berkelanjutan, berkualitas yang berbasis pada rumah tangga.

· Peningkatan kualitas pembelajaran pada semua tingkatan pendidikan melalui pelatihan dan studi lanjut tenaga pendidik, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

2.c. Sektor Kesehatan dan Kesehjaeraan Keluarga

· Peningkatan kulitas dan kuantitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan dan pembangunan sarana dan prasarana rumah sakit, puskesmas dan pustu pada tiap Kecamatan dan Kelurahan/ Lembang.

· Mendorong peran serta organisasi perempuan termasuk PKK dalam program kesehjateraan keluarga sebagai basis kesehjetaraan rakyat.

2.d. Sektor Pariwisata.

· Pengembangan Pariwisata secara terpadu dengan sector lainnya sehingga menjadi sector unggulan yang menjadi sumber PAD yang bertumpu pada infrastruktur baik darat maupun udara.

· Meningkatkan promosi melalui pembukaan counter-counter di kota-kota penting di Indonesia dan luar negeri dan menjalin kerjasama dengan sector swasta local mupun internasional yang bergerak di bidang kepariwisataan.

· Revitalisasi obyek-obyek wisata, menggali khasana wisata budaya yang tersebar di daerah tana toraja serta melaksanakan diversifikasi obyek wisata.

2.e. Sektor Pertanian dan Peternakan

· Mengembangkan program agribisnis (holtilkultura) yang produktif, handal, berdaya saing dan mandiri melalui pemetaan dan pembangunan sentra-sentra pertanian yang berbasis pada masyarakat yang terintegrasi dengan sector investasi ( perdagangan ).

· Meningkatkan kualitas penyuluh pertanian/peternakan melalui pendidikan dan pelatihan yang berkualitas serta pembangunan sarana dan prasarana penunjang.

2.f. Sektor Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertambangan.

· Regulasi di bidang lingkungan hidup yang menyangkut aspek-aspek perizinan usaha-usaha industry, penataan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup. Pelestarian lingkungan hidup berbasis masyarakat.

· Pengelolaan hasil-hasil hutan dilakukan secara seimbang dan bertanggung jawab.

2.g. Sektor Perekonomian Rakyat

· Regulasi dibidang pertanian yang bersentuhan langsung dengan kegiatan-kegiatan ekonomi yang berbasis pada masyarakat.

· Menumbuhkembangkan peran lembaga kopersi melalui permodalan, informasi dan akses ke lembaga-lembaga mitra secara regional, nasional dan internasional.

2.h. Sektor Investasi dan Sumber Keuangan Daerah.

· Menciptakan peluang-peluang baru bagi investor untuk berusaha melalui pembuatan profil bidang-bidang usaha potensial di Tana Toraja seperti pariwisata, perhotelan, energy, pertanian, peternakan dan lain-lain.

· Menciptakan suasana kondusif bagi calon investor melalui jaminan kemudahan dan keamanan berusaha, perizinan dan lain-lain.

· Melalui terobosan untuk menggali dan menemukan sumber-sumber potensi bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang belum tersentuh selama ini.

2.i. Sektor Sosial dan Budaya.

· Menjadikan penyakit social (Judi dan Narkoba) sebagai musuh masyarakat Toraja melalui sosialisasi dan kampanye.

· Aktualisai kehidupan social kemasyarakatan yang bersumber dari nilai-nilai budaya orang Toraja melalui pemberdayaan lembaga adat dan lembaga social lainnya.

3. Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.

· Sosialisasi supremasi hokum dalam rangka memberi kepastian hukum bagi masyarakat.

· Menciptakan suasana tertib dan aman dalam masyarakat serta memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

· Bekerjasama dalam mendorong aparat terkait untuk menindas tegas pelaku pelanggaran dan ketertiban masyarakat.





Lovely Desember PDF Cetak



B U P A T I T A N A T O R A J A





Bahwa dalam rangka pelaksanaan Lovely Desember 2009 oleh Pemerintah Kabupaten

Tana Toraja bersama seluruh jajaran Masyarakat Tana Toraja akan melaksanakan even-even

yang menarik berupa pentas/pagelaran seni dan budaya trdisional baik yang masih

terpelihara maupun penggalian seni budaya yang sudah hampir puna, dan kegiatan-

kegiatan menarik lainnya.

Kegiatan acara dilaksankan pada 5(lima) lokasi antara lain :

1. Tanggal 15 Desember 2009 di Kecamatan Gandang Batu Sillanan ( Pembukaan )

2. Tanggal 17 Desember 2009 di Kecamatan Bonggakaradeng

3. Tanggal 19 Desember 2009 di Kecamatan Bittuang

4. Tanggal 21 Desember 2009 di Kecamatan Sangalla

5. Tanggal 26 Desember di Kecamatan Makale ( Puncak Acara ).

Dihimbau kepada seluruh Masyarakat Tana Toraja yang berada di luar daerah untuk

melakukan Reuni Keluarga (pulang kampung) sebagai bentuk dukungan terselenggaranya

kegiatan Lovely Desember 2009 sesuai dengan harapan bersama. Kepada para wisatawan

baik Manca Negara maupun Nusantara untuk dapat berkunjung ke Tana Toraja

menyaksikan pentas/pagelaran seni dan budaya Toraja yang unik dan menarik.





Obyek-Obyek Wisata Tana Toraja

Benteng Buntu Barana'

Benteng Buntu Barana' di Takala pada abad XVIII dulu dibuat Sia Ne'Salu bersama istrinya L. Ta'bi. Benteng Buntu Barana dibuat dengan basis pertahanan dalam menghadapi peperangan melawan musuh-musuh, baik yang datang dari luar maupu dari dalam. Benteng Buntu Barana' ini diperkuat oleh dukungan dari gabungan wakil-wakil masyarakat Tobarani seperti dari Tondon, Kesu', Madandan, Balepe', Pangala' dan beberapa kampung lainnya dalam suatu misi tersendiridari 10 orang yang lebih dikenal To Padatindo dalam menghadapi lawan yang datangnya dari luar Tana Toraja.

Benteng Buntu Barana' terdiri dari 3 bagian benteng, yaitu :
1.Benteng Batu Pa'patulelean terletak pada bagian selatan.
2.Benteng Mangunda'pa agak di bawah dari Benteng Buntu Barana'
3.Benteng Buntu Barana' pada bagian ketinggian.

Ketiga benteng ini tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain oleh karena merupakan satu kesatuan yang strategis sebagai benteng pertahanan yang tidak pernah terkalahkan, ketika perang melawan penjajahan Belanda, yang dipelopori oleh Tanga Layuk dan Sitto.

Pada lokasi Benteng Buntu Barana' juga kita dapat menyaksikan panorama yang sangat indah ke beberapa penjuru seperti arah ke Bori Tallunglipu dan kota Rantepao. Jaraknya dari kota Rantepao ± 4 km.

Buntu Kalando

* Daya tarik utama:
o Meseum mini
o Tongkonan Puang Sangalla
* Lokasi desa/lembang: Sangalla

Objek wisata ini adalah Tongkonan Puang Sangalla' yang telah difungsikan sebagai museum dan home stay, terletak di Kelurahan Kaero Sangalla' 20 Km dari kota Rantepao. Buntuk Kalando mempunyai adat "Tanado Tananan Lantangna Kaero Tongkonan Layuk" yaitu sebagai tempat kediaman "Puang Sangalla".

Tongkonan ini dibangun bersama dengan tiga lumbung padi (Alang Sura'). Buntu Kalando sebagai Tongkonan Tananan Lantangna Kaero Tongkonan Layuk dilengkapi dengan beraneka ragam tanduk yaitu tanduk kerbau, tanduk rusa, dan tanduk anoa terpampang di bagian muka Tongkonan dua buah kabongo' yaitu satu kabongo' bonga' Sura' dan satu kabongo' pudu' serta di atasnya didudukkan katik yang menyerupai langkan maega (burung elang), perlambang kebesaran.

Sebagai museum dalam tongkonan ini dilengkapi barang-barang koleksi antara lain:

1. Alat kerajaan Sangalla'
2. Pakaian adat kebesaran
3. Barang-barang bersejarah
4. Barang-barang antik
5. Alat-alat perang
6. Alat-alat ritus
7. Alat-alat pertanian
8. Alat-alat dapur
9. Alat-alat makan
10. Alat-alat minum
11. Barang-barang berkhasiat (balo')
12. Alat-alat top seks Toraja
13. Dan lain-lain

Galugu Dua Sangkambong

* Daya tarik utama:
o Tongkonan
o Pertenunan tradisional

· Lokasi desa/lembang: Sa'dan Manimbong

Kambira

· Daya tarik utama: Passiliran (Kuburan pada pohon hidup untuk bayi yang masih belum tumbuh gigi)

· Lokasi desa/lembang: Buntu Sangalla'

Lemo

· Daya tarik utama:

o Liang Paa
o Tau-tau
o Bangunan tongkonan sasana budaya
* Lokasi desa/lembang: Lemo

Berada di km 9 jurusan Makale-Rantepao masuk 600 meter. Lemo adalah salah satu kuburan leluhur Toraja, hasil kombinasi antara ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dengan kreasi tangan terampil Toraja pada abad XVI (dipahat) atau Liang Paa'. Jumlah lubang batu kuno ada 75 buah dan tau-tau yang tegak berdiri sejumlah 40 buah sebagai lambang prestise, status, peran dan kedudukan para bangsawan di Desa Lemo. Diberi nama Lemo oleh karena model liang batu ini ada yang menyerupai jeruk bundar dan berbintik-bintik.
Sejak tahun 1960, obyek wisata ini telah ramai dikunjungi oleh para wisatawan asing dan domestik.

Pengunjung dapat pula melepaskan keinginannya dan membelanjakan dollar atau rupiahnya pada kios-kios suvenir. Ataukah berjalan-jalan di sekitar obyek ini menyaksikan buah-buahan pangi yang ranum kecoklatan yang siap diolah dan dimakan sebagai makanan khas suku toraja yang disebut "Pantollo Pamarrasan".

Lo'ko Mata

Lo'Ko Mata suatu lokasi yang diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa mengambil posisi di lereng gunung Sesean pada ketinggian ± 1400m di atas permukaan laut. Suatu tempat yang sangat menawan, fantastic dan bila seseorang datang dan menyaksikan serta merenungkan ciptaan ini rasa kangen pasti ada.

Selain itu Anda dapat menyaksikan panorama alam yang sangat indah dan deru arus sungai di bawah kaki kuburan alam ini. Yang terletak di desa Pangden ±30 km dari kota Rantepao. Nama Lo'ko' Mata diberi kemudian oleh karena batu alam yang dipahat ini menyerupai kepala manusia, tetapi sebenarnya Liang Lo'ko' Mata sebelumnya bernama Dassi Dewata atau Burung Dewa, oleh karena liang ini ditempati bertengger dan bersarang jenis-jenis burung yang indah-indah warna bulunya, dengan suara yang mengasyikkan kadang menakutkan.

Pada abad XIV (1480) datanglah pemuda kidding yang memahat batu raksasa ini untuk makam mertuanya yang bernama Pong Raga dan Randa Tasik (I) selanjutnya pada abad XVI tahun 1675 lubang yang kedua dipahat oleh Kombong dan Lembang. Dan pada abad XVII lubang yang ketiga dibuat oleh Rubak dan Datu Bua'. Liang pahat ini tetap digunakan sampai saat ini saat kita telah memasuki abad XX. Luas areal wisata Lo'ko' Mata ± 1 ha dan semua lubang yang ada sekitar 60 buah.

Lombok Parinding

* Daya tarik utama:
o Liang lo'ko
o Erong
* Lokasi desa/lembang: Bori' Parinding

L o n d a

* Daya tarik utama:
o Liang Lo'ko'
o Erong
o Tau-tau
o Kuburan tergantung
* Lokasi desa/lembang: Sandan Way

Ma'daung Tondok

* Daya tarik utama:
o Patane khusus mayat bayi purba
o Liang lo'ko'
o Erong
o Panorama
o Kompleks rumah adat tradisional
* Lokasi desa/lembang: Sillanan / Mebal

MISTIK!!!… Sepenggal kata yang mungkin cukup mampu mendesirkan bulu kuduk, hal itupun tepat untuk melukiskan adat Ma'daung Tondok Sillanan yang dalam pelaksanaannya penuh mengandung ritual-ritual mistis.

Obyek wisata Ma'daung Tondok terletak di Kecamatan Mengkendek 20 km arah Selatan Makale, ke arah Barat, di Desa Sillanan. Obyek ini didukung oleh obyek-obyek wisata yang sangat menarik seperti : Lo'ko'wai, To'Banga, Pangrapasan dan Ma'dandan serta Tongkonan Karua Sillanan. Di mana masing-masing memiliki daya tarik yang spesifik dan keunggulan tersendiri seperti : Lo'ko'wai; di tempat ini terdapat mayat bayi yang unik dan awet (mummy) di mana rambut, kuku, gigi serta kulitnya masih utuh meskipun umur mayat tersebut diperkirakan sudah berkisar 4 ½ abad. Mayat tersebut disakralkan oleh masyarakat di wilayah adat Ma'daung Tondok yang secara mitologis diyakini adalah keturunan dewa.

Kurang lebih 400 meter terdapat kuburan manusia purba yang terdiri dari tumpukan erong, serta beberapa liang pahat di sekitarnya. Hal lain yang bisa kita nikmati di sektor-sektor obyek ini adalah keindahan alam. Para pengunjung masih dapat menyaksikan pohon-pohon tropis yang terpelihara meskipun umurnya telah tua, dan berkhasiat obat. Perkampungan tradisional yang masih asli dan unik tempat upacara adat, suatu benteng pertahanan yang digunakan untuk memantau musuh pada sekitar abad XVI. Benteng ini tidak pernah diterobos oleh musuh pada zaman dahulu. Wilayah obyek wisata Ma'daung Tondok secara keseluruhan sampai saat ini masih terpelihara dengan baik dan siap menanti kunjungan Anda.

M a r a n t e

* Daya tarik utama:
o Tongkonan
o Liang Paa'
o Erong
o Tau-tau
* Lokasi desa/lembang: Tondon

Museum Londorundun

* Daya tarik utama:
o Rumah adat Toraja
o Museum
* Lokasi desa/lembang: Tallunglipu, Bolu - Rantepao

Menurut penuturan lisan orang Toraja khususnya bagi para bangsawan khususnya di Kecamatan Sa'dan Balusu' dan Sesean bahwa Londorundun yang bergelar "Datu Manili", adalah seorang putri yang cantik jelita yang memiliki rambut panjang dengan ukuran 17 depah 300 jengkal atau dalam Bahasa Toraja "Sang pitu da'panna, Talluratu' Dangkananna". Gadis jelita ini dipersunting oleh seorang raja dari Kabupaten Bone yang bernama "Datu Bendurana".

Bukti sejarahnya adalah sebuah buku besar yang modelnya persis dengan sebuah kapal dikawal oleh dua batu kecil yang modelnya seperti perahu berada di Sungai Sa'dan di desa Malango' (Rantepao) sebelah kanan jembatan Malango' yang menurut cerita leluhur secara turun-temurun adalah kapal milik Datu Bendurana yang datang mencari dan menyelidiki Datu Manili (Londorundun). Mereka dipertemukan dalam jodoh dan oleh sebab itu orang Bone tidak boleh berselisih dengan orang Toraja, karena mereka mempunyai "Basse" atau "Perjanjian". Salah satu saudara kandung Londorundun adalah "Puang Bualolo" kawin ke wilayah Sa'dan, dan menjadi leluhur pemilik Museum Londorundun yang terletak di Desa Tallunglipu, kompleks Bolu-Rantepao.
Pala'tokke

* Daya tarik utama: Kuburan tergantung
* Lokasi desa/lembang: La'bo'

Syahdan, dahulu ada seorang pria yang memiliki kesaktian, berbekal kesaktiannya pula Pala' Tokke mulai memanjat tebing dengan cara merangkak untuk kemudian membuat lubang pada tebing yang digunakan untuk menancapkan kayu sebagai penahan erong (peti mayat purba). Atas jasanya maka daerah ini kemudian diberi nama Pala' Tokke oleh masyarakat sekitar.
Berkunjung ke Pala' Tokke dapat melihat peti mati yang menyerupai sebuah rak yang digantung pada sebuah tebing gunung.

Palawa'

* Daya tarik utama:
o Tongkonan
o Pengrajin tenunan tradisional
* Lokasi desa/lembang: Palawa'

Penanian

* Daya tarik utama:
o Tongkonan dan persawahan
o Rante dan simbuang
o Patane
o Kelelawar

· Lokasi desa/lembang: Nanggala

Pongtimbang

* Daya tarik utama:
o Erong
o Liang paa'
* Lokasi desa/lembang: Baruppu'

Obyek wisata Pongtimbang terletak di desa Baruppu' Kecamatan Rindingallo. Desa ini terkenal dengan penganut agama leluhur (Aluk Todolo) yang masih kental. Jarak lokasi dari Rantepao ± 58 km.

Obyek wisata Pongtimbang adalah salah satu liang pahat yang dibuat pertama kali oleh seorang pria bernama Pandarrak. Pongtimbang berarti sumber menerima berkat (Pong = sumber, Timbang = menerima berkat). Di desa inilah acara Ma'Nene' (membersihkan kuburan-kuburan leluhur) setiap 5 tahun sekali dilakukan oleh masyarakat oleh karena masyarakat percaya bahwa membersihkan dan mengkafani kembali mayat-mayat yang telah lapuk pembungkusnya (balunna) adalah sesuatu yang mulia, di mana leluhur-leluhur akan senantiasa mengingat dan memberkahi turunan dan generasinya.

Potek Tengan

* Daya tarik utama: Situs purba/bersejarah
* Lokasi desa/lembang: Tengan

Tak kenal maka tak sayang, sesudah dikenal bisa jatuh cinta. Sungguh jatuh cinta pada obyek wisata Potok Tengan di Desa Tengan Kecamatan Mengkendek, persis di bawah kaki Gunung Kandora. Obyek wisata ini memiliki suatu rahasia yang terpendam yang pasti punya makna dan arti hidup yang sarat dengan pertanyaan.

Ya, itulah 'Batu Suci' sebagai penjelmaan dari mayat 'Puang Pindakati' istri dari Datu Sawerigading. Permaisuri Datu Sawerigading ini dipuji-puji masyarakatnya di masa silam sebagai 'Dewi Pelindung' (Penolong). Sebagai penghormatan bagi Dewi Pelindung ini diadakan 'Pesta Meroek' setiap tahun.

Generasi dari Dewi Pelindung dan datu Sawerigading, mengatur pemerintahannya dalam 3 fungsi yang disebut Tallu Borangna, yaitu pada Tongkonan Potok Tengan, dan pemimpinnya bergelar Pattole Baine, pada Tongkonan Garompa bergelar Masulosulo. Masing-masing dengan fungsi Pemimpin Tertinggi (salassa'). Penerangan dan obyek wisata sekali lagi dilengkapi dengan suatu mitos dan mungkin pasti (you believe it or not), adalah seorang yang pada zamannya dipandang sebagai Dewa dengan gelar "Tomebanuaditoke", Tometondok Dianginni, To turunan dibentoen, To Losson di Batara Mendemme' di Kapadanganna, Dialah "Puang Tambora Langi" si pembawa adat Sanda Saratu yakni 7777 pasal yang menjadi tatanan adat, ada'na sukaran aluk masyarakat Toraja sejak leluhur hingga kini.

Sarana prasarana menuju obyek sebagian sudah baik, tetapi sebagian pula yang masih jalan setapak model jalan kampung tempo dulu. Namun Anda tidak merasa lelah dan tiba-tiba telah berada di puncak potok tengan, oleh karena melalui jalan-jalan ke Potok Tengan ada kekuatan gaib yang mengantar Anda.

Ranpanan Kapa'
Ranpanan kapa' adalah upacara perkawinan secara adat di Tana Toraja, yang dilaksanakan oleh orang-orang tua tempo dulu, dengan memenuhi beberapa persyaratan antara lain pihak laki-laki wajib menyerahkan mas kawin berupa "kaleke' dan pangan". Tetapi untuk zaman di alam modern ini, pihak laki-laki dan pihak perempuan sama-sama membiayai pesta pernikahan (toleransi atau patungan) juga pakaian pengantin telah dimodifikasi.

Ranta Tendan

Ranta Tendan adalah pusaka leluhur Puang Balusu dan keluarga-keluarga lainnya, yang digunakan untuk acara upacara Rambu Solo' (Ma'palao). Di Rante Tendan ini kita dapat menyaksikan hadirnya puluhan dari ratusan "Simbuang Batu" sebagai pertanda , bahwa upacara Ma'palo sudah banyak kali diadakan, digunakan sejak abad X pada zaman hidupnya Puang Takke Buku. Jarak Rante Tendan dari kota Rantepao ± 15 km.

S u a y a

* Daya tarik utama:
o Erong
o Liang Paa'
o Tau-tau
* Lokasi desa/lembang: Kaero

Tampangallo

* Daya tarik utama:
o Liang lo'ko'
o Erong
o Tau-tau
* Lokasi desa/lembang: Kaero

Tilangga’

* Daya tarik utama: Kolam alam untuk rekreasi tirta
* Lokasi desa/lembang: Sarira

Tilangga' sebagai obyek wisata pemandian alam, jaraknya ± 12 km dari kota Rantepao, arah selatan.Bila pengunjung ingin melemaskan otot-otot dan urat-urat yang penat sepanjang hari berkeliling ke objek-objek wisata, jangan lupa mandi di kolam air dingin Tilangga'. Airnya sangat jernih, dingin, sejuk dan tidak pernah kering. Dan Anda juga dapat menyaksikan ikan-ikan berwarna bersama belut-belut dalam kolam pemandian ini yang santai, tanpa merasa terusik. Pada saat ini air yang mengalir dari obyek wisata ini digunakan untuk air PAM bagi masyarakat kota Makale dan sekitarnya.

Tiro Tasik
Tiro : melihat/memandang
Tasik : laut lepas

Tiro Tasik adalah salah satu obyek wisata di mana Anda dapat menikmati laut lepas Teluk Bone. Sungguh suatu mujizat yang besar bahwa Tiro Tasik berada di tengah-tengah pegunungan, tetapi secara penglihatan dapat sangat dekat dengan laut. Juga pemandangan alamnya yang indah menawan dan hawanya yang sejuk. Tiro Tasik pada zaman dahulu dijadikan benteng pertahanan masyarakat distrik Sa'dan Matallo. Tiro Tasik adalah tanah milik Tongkonan Buntu Busia dan Sellak.

Apabila Anda berada pada lokasi ini sejauh mata memandang arah sebelah timur Anda menyaksikan Teluk Bone dengan perahu-perahu layarnya yang pantang surut sekali terkembang. Arah Selatan dengan pemandangan sebagian alam Toraja yang indah permai berhiaskan lembah, bukit, dan sawah-sawah tersusun rapi secara alamiah. Arah Barat Anda dapat melihat Gunung Sesean yang menjulang tinggi dengan batu cadasnya yang diselingi pohon-pohon arabica. Arah Utara Anda dapat menyaksikan lebatnya hutan-hutan lindung yang ditumbuhi bermacam-macam jenis pohon tropis. Sepanjang jalan ke arah obyek wisata Tiro Tasik tak jemu-jemunya menyaksikan ciptaan-ciptaan leluhur yang antik dan bergengsi. Yakni perumahan adat milik masyarakat antara lain : Tongkonan Rea, Belo Sa'dan, Tammuan Allo' Buntu Lobo', Pambalan, Pantu dan Belo Bua', dengan wanita-wanitanya yang sedang mengayunkan "Balida"nya (alat tenun tradisional), untuk menenun kain-kain tradisional yang cantik dengan nama tenunan Paruki' (Tenun Ukir). Dan bila Anda merasa haus silakan mencicipi sang suke Tuak mammi'na To Sa'dan dengan nama "Tuak Sissing Beang" yang sangat harum aromanya dan membuat si peminum bertambah semangat.

To'barana

* Daya tarik utama:
o Pertenunan tradisonal
o Panorama tepi sungai
* Lokasi desa/lembang: Sa'dan Malimbong

To' Puang-Batualu
Perkampungan pertama (Pa'tondokan Garonto) "Puang Pangonggang" dan dua orang seperangkatannya bernama Bongi dan Paliun. Mereka adalah orang pertama (Pong Mula Tau) yang dikenal dengan nama "Tana' Tau Tallu" yang kelak Tana' Tau Tallu ini berpindah ke Selatan Rante Alang yang disebut Batualu (Padang di Batualu) di mana lokasi To'Puang ini terletak. Lokasi ini diberi nama To'Puang setelah dihuni (natorroi) anak dewa dari gunung Sinaji suatu tempat ketinggian sebelah selatan Batualu.

Berlarut dalam situasi sedemikian ini oleh keluarga dari leluhur Toma'tau Tallu' di mana Pagonggang memegang tampuk kekuasaan (Puang Pagonggang) sebagai pengatur segala sesuatu di daerah yang dihuni (di daerah Batualu), namun seperangkatannya (Bongi/Paliun) tetap memegang teguh dan utuh memimpin daerah kekuasaannya masing-masing, yang tersimpul dalam idiom Toraja (Kada Bola'na Toraya) dari ketiga seperangkatan, dengan semboyan masing-masing pihak sebagai berikut :

Semboyan Puang Pagonggang berbunyi: Tomamma' Penamile, Tomatindo Balian, Todiku Lambu Taruno, artinya bahwa Puang Pagonggang adalah pengambil inisiatif dan tidak untuk kepentingannya sendiri, tapi demi ketentraman/kemajuan masyarakat yang ada pada zaman itu.

Semboyan Bongi berbunyi : Toma' Peniro Sumalunna Lombok artinya bahwa bongi merupakan pasukan tentara untuk keamanan/ketentraman masyarakat.

Semboyan Paliun berbunyi: Peso paele Pupakan dengan pengertian bahwa Paliun sebagai pengatur, pelaksana dan perencana.

Pada zaman pemerintahan Belanda, Puang Pong Tambing keturunan Puang Pagonggang memangku rangkap jabatan yakni pemangku adat (To Parengnge) dan kepala Pemerintahan (kepala Bua') di masyarakat Batualu. Tampuk kepengurusan Mustika sakti Puang parranan dalam tangan puang Pong Tambing (Kepala Bua) bersama pemimpin seperangkatannya Bongi dan Paliun. Sebab itu kepala Bua' dijabat Puang So'Nura' dengan gelar Puang Batualu kemudian pemangku adat dijabat Puang Londong Allo. Dari Toma'tan tallu (Pong Mula Tau) mulai dari angkatan pertama sampai angkatan So'Mule (Perenge' Tongkonan Dua), Tanete, terasa baik dan terwujud hikmat sehingga lokasi To'Puang dan daerah sekitar To'Puang juga memiliki mitos yang spesifik dapat dijadikan suatu objek potensial untuk berwisata.

(Sumber: Torajakab.go.id)
 

Komentar:




Home : scriptintermedia.com
 
Berita Lain
Pilkada Sulsel Jadi Ajang Pemanasan Pilpres 2014

Pasangan Calon Perlu Konsultan Hukum

Nomor Urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2012

2012, Tahun Pilgub Sulsel

Pemilukada Serentak Bisa Jadi Bumerang

2012, Jateng akan Gelar Pilkada di Lima Daerah

Biografi/Profil Muhammad Nazar


Untitled Document
 



    Portfolio Real Quick Count Pilkada

- Pilgub Sulteng (Sulawesi Tengah)
- Pilgub Banten
- Pilgub Sulbar (Sulawesi Barat)
- Pemilukada Kota Jogja
- Pemilukada Kab. Buru, Maluku
- Pemilukada Torut Put. 2
- Pemilukada Malinau, Kaltim
- Pemilukada Kubar, Kaltim
- Pemilukada Rokan Hulu, Riau
- Pemilukada Nunukan, Kaltim
- Pemilukada Sragen, Jateng
- Pemilukada Kaur, Bengkulu
- Pemilukada Sarolangun, Jambi

Selanjutnya...



Untitled Document
 

 

    Artikel IT
Inilah Cara Internet Selamatkan Jepang

Pentingnya Teknologi Informasi untuk kesinambungan bisnis

Laporan Malware 2010: 10 Ancaman Teratas Setahun Terakhir

Inilah Inovator Muda Finalis IWIC 2010

PIN BlackBerry Jadi Alat Jejaring Sosial

Pendiri Facebook Menjadi Tokoh Tahun Ini

Ancaman Baru di Era Twitter dan Facebook

    IT News
Plus Minus Windows 8

Daftar 17 Teknologi Akan Memudar di 2012

Sulap Akun Fb jadi Sarana Promosi Diri

10 Kisah Terbesar Dunia Teknologi di 2011

5 Jurus Menangkal Rayuan Virus di Chat Facebook

5 Kiat Aman Belanja Online

10 Teknologi Strategis untuk 2011

    Berita Umum
2 Pembalap Bone Juara di Clas Mild Road Race

TNBNW Rusak, Gorontalo Bisa Tenggelam

Asuransi Delay Diberlakukan Januari 2012

Syahrul Jadi Ketua APPSI, Muallim Ketum Forsesdasi

Nanan Soekarna Ketua Umum PP IMI

Abraham Samad pimpin KPK

Peluang Kajian Keterbukaan Informasi Publik

+ Index   
 Copyright ©2010 Script Intermedia - All rights reserved
 Please send any comments to  webmaster@scriptintermedia.com